|
Kenali Jus yang Baik dan Buruk |
|
|
|
Media Indonesia. Penulis: Ikarowina Tarigan. SIAPA yang tidak suka segelas jus segar? Warna yang menarik, rasa manis dan klaim manfaat sehatnya tentunya sangat menggiurkan. Tapi, bukan berarti semua jus buah baik untuk kesehatan.
Sebagian jus, menurut pakar nutrisi, menawarkan sejumlah vitamin. Tapi, ada juga jus yang sama buruknya dengan gula-gula cair. Bagaimana menentukan pilihan yang tepat? Berikut urainnya untuk Anda.
Pilihan terbaik: Jus sayur
Minum jus sayur merupakan cara mudah memenuhi nutrisi ke dalam diet Anda. Kandungan lycopene di dalam jus tomat misalnya, dinyatakan bisa menurunkan risiko kanker prostat. Jus bit mengurangi tekanan darah. Jus sayuran yang lembek juga kaya serat yang bisa mengontrol rasa lapar. Selain itu, jus sayur mengandung lebih sedikit gula dan kalori dibandingkan jus buah pada umumnya.
Pilihan terburuk: Jus koktail
Berhati-hatilah dengan istilah jus koktail, minuman berasa jus, atau minuman jus. Sebagian besar produk ini hanya mengandung sedikit jus murni. Bahan utamanya biasanya air dan beberapa jenis gula, seperti sirup jagung yang kaya fruktosa. Dari segi nutrisi, minuman ini sama dengan minuman ringan lainnya, kaya gula dan kalori tapi rendah nutrisi. Penelitian mengungkap bahwa minuman buah bergula membuat anak-anak berisiko mengalami obesitas dan penyakit terkait obesitas.
Dilema 100 persen jus buah
Bagaimana dengan jus murni tanpa pemanis? Jus murni ini mengundang perdebatan panjang. Jus buah asli tentu saja kaya akan vitamin dan antioksidan. Masalahnya, jus buah murni juga kaya gula dan kalori. Satu cangkir jus apel murni mengandung gula setara dengan beberapa buah gula-gula. Karena itu, banyak pakar yang menganjurkan untuk mengonsumsi satu takar jus saja per hari.
Pilihan yang baik
Jus buah delima (pomegranate) Jika Anda berniat hanya minum satu gelas jus sehari, jus buah delima merupakan pilihan yang tepat. Jus buah delima tinggi gula dan kalori, tapi juga kaya antioksidan. Kandungan antioksidan dari buah delima dinyatakan bisa melindungi fungsi otak dan mencegah kanker. Sebuah studi menemukan, minum delapan ounces jus buah delima sehari bisa mengurangi risiko kekambuhan kanker prostat.
Jus blueberry Studi-studi menunjukkan bahwa blueberry bisa menjaga kesehatan otak dan mencegah penyakit terkait penuaan seperti kepikunan.
Jus anggur merah Anda tentu sudah sering mendengar bahwa anggur dalam jumlah sedang baik untuk jantung. Hal yang sama juga berlaku pada jus buah anggur. Anggur dan jus anggur sama-sama terbuat dari anggur utuh, termasuk biji dan kulit. Saat mengonsumsi buah anggur segar, Anda kehiangan nutrisi yang tersimpan dalam biji.
Jus jeruk Jus jeruk kaya vitamin C yang berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh. Selain itu, jus jeruk tanpa pemanis mengandung lebih sedikit kalori dibandingkan jus berry atau jus anggur. Akan tetapi, kandunagn antioksidannya juga lebih sedikit. (IK/OL-5)
Sumber: Media Indonesia |